Reorientasi Pendidikan Biologi: Menghadapi Tantangan Era AI dengan Paradigma Konstruktivistik

Surakarta, 10 Maret 2026 – Dunia pendidikan biologi menghadapi titik balik krusial seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menanggapi tantangan tersebut, Program Studi S2 Pendidikan Biologi FKIP UNS kembali mengadakan Kuliah Tamu Dosen Luar Negeri. Kegiatan ini mengundang Prof. Dr. Mustafa Çakır dari Atatürk Eğitim Fakültesi, Marmara Üniversitesi, Turki sebagai narasumbernya. Tema yang dibahas adalah “Reorienting Biology Education through Constructivist and Inquiry-Based Learning in the Digital and Artificial Intelligence Era.

Acara yang berlangsung secara daring ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Akademik dan Riset FKIP UNS, Dr.paed. Nurma Yunita Indriyani, S.Pd., M.Si., M.Sc., dan dipandu oleh moderator Chandra Adi Prabowo, S.Pd., M.Pd. Peserta kegiatan meliputi dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Biologi FKIP UNS yang antusias mengikuti pemaparan materi hingga sesi diskusi.

Dalam paparannya, Prof. Çakır menekankan bahwa AI bukan sekadar alat teknologi, melainkan tantangan pedagogi. “Jika AI dapat menjelaskan mitosis dengan sempurna, kita harus bertanya apa peran guru biologi di masa depan?” ungkapnya.

 Prof. Çakır menyoroti pentingnya mereorientasi pendidikan biologi agar tetap relevan di tahun 2035 dan seterusnya. Narasumber menyampaikan pergeseran dari biologi sekolah yang bersifat hafalan menuju biologi modern yang padat data, berbasis sistem, dan interdisipliner.Beliau menawarkan kerangka kerja ASCI (AI-Supported Constructivist Inquiry), sebuah model lima fase yang mencakup:

  1. Phenomenon Engagement: Observasi fenomena biologi dunia nyata tanpa bantuan AI.
  2. Student Hypothesis Construction: Membangun hipotesis awal berdasarkan pengetahuan siswa.
  3. AI-Augmented Exploration: Menggunakan AI untuk simulasi dan visualisasi data kompleks.
  4. Critical Evaluation: Mengevaluasi keluaran AI secara kritis terhadap bukti empiris.
  5. Ethical Reflection: Merefleksikan dampak sosial dan etika dari temuan ilmiah tersebut.

Materi yang disampaikan selaras dengan kebijakan pendidikan di Indonesia, khususnya terkait integrasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka dan pengembangan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Peserta diberikan pemahaman strategis mengenai peran AI sebagai “scaffold” kognitif yang memperkuat kemampuan penalaran ilmiah siswa.

Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, Program Studi Magister Pendidikan Biologi FKIP UNS menegaskan perannya sebagai pelopor dalam pengembangan pembelajaran sains berbasis riset dan pendekatan global, yang selalu beradaptasi dengan perkembangan ilmu dan teknologi, sejalan dengan visi UNS sebagai universitas bereputasi internasional.