[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=”” type=”flex”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”true” min_height=”” hover_type=”none” link=”” border_sizes_top=”” border_sizes_bottom=”” border_sizes_left=”” border_sizes_right=”” first=”true” type=”1_1″][fusion_text]
Pada hari Selasa, 7 Maret 2022, Program Studi S2 Pendidikan Biologi FKIP UNS menggelar kuliah umum bertajuk “Dynamics and Development of Energy Conservation Research in Biology Learning” dengan narasumber Associate Professor Dr. Eng. Muhammad Aziz dari Institute of Industrial Science, The University of Tokyo. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP UNS, Dr. Mardiyana, M.Si dan dipandu oleh moderator Dr. Meti Indrowati.
Prof Aziz memaparkan berbagai dinamika terkini pada riset konservasi energi. Energi sustainability yang terbangun environmental sustainability, energy security, dan energy equity perlu perhatian mendalam tentang pemetaaan ke depannya sehingga terbangun Sistem energi yang baik. Sekuritas energi tidak hanya kemampuan memasok energi tapi bagaimana memasok energi berkualitias yang tinggi, sementara itu energy equity membuka selebar-lebarnya peran serta stakeholder yang ada.
Sistem energi yang bagus dapat dibangun melalui pengelolaan sampah yang tepat. Sebagai contoh, pengelolaan sampah sisa makanan yang merupakan mayoritas sampah yang dihasilkan di Indonesia. Sampah apabila menumpuk akan memproduksi gas metan yangmerupakan gas rumah kaca yang sangat kuat. Gas metan dapat diproduksi karena sebagian besar makanan yang dikonsumsi masyarakat merupakan bahan yang banyak mengandung glukosa. Meskipun demikian, pengelolaan yang tepat akan mendukung pencapaian target zero waste di 2060.
Lebih jauh Prof Aziz menyampaikan pengelolaan sampah yang tepat diantaranya dengan memperhatikan karakteristik sampah. Sampah-sampah di Indonesia mayoritas memiliki kandungan air yang lebih tinggi daripada sampah-sampah di Jepang. Sebenarnya, hal ini menguntungkan bagi Indonesia karena kandungan air yang tinggi dalam sampah dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari tiga negara pemasok hidrogen terbesar di Asia (bersama dengan Brunei Darussalam dan Malaysia) apabila sampah-sampah tersebut dikonversi menjadi hidrogen melalui fermentasi. Bahkan bukan tidak mungkin jika Indonesia dapat mencapai sekuritas energi yang mampu memasok energi berkualitas tinggi sehingga tercapai keseimbangan antara suplai dan kebutuhan. Semua ini membutuhkan peran serta dari semua stakeholder agar masyarakat Indonesia ke depan tidak hanya sebagai konsumen namun juga dapat berperan sebagai produsen energi.
Pada sesi diskusi, Dr. Bowo Sugiharto selaku Kaprodi S2 Pendidikan Biologi menyampaikan pertanyaan dan gagasan tentang skema bill energy yang ada di Jepang dan prospek bill energy di Indonesia. Dr. Bowo juga menyampaikan harapan sinergi dan kolaborasi ke depan. Acara ini diikuti secara antusias oleh para peserta. Antusiasme yang tinggi dibuktikan dengan banyaknya respons dan pertanyaan yang ada. Diskusi melingkupi telaah lebih dalam tentang pemanfaatan potensi sumber energi biologis semisal fermentasi serta perlunya integrasi materi terkini tentang riset konservasi energi dalam buku teks pembelajaran. Diharapkan siswa tidak hanya memahami dan menghafal materi saja, namun juga mengetahui kasus-kasus kontekstual yang terjadi di Indonesia dan dunia. Acara berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber oleh Wakil Dekan 1 FKIP UNS, Prof. Dr. Slamet Subiyantoro, M.Si.







